Kemarin saya dan pacar berniat nonton Angels and Demons. Rencananya, pacar akan menjemput begitu saya pulang kantor, dan tergantung dari jam berapa saya keluar, kit abisa nonton di Plaza Semanggi jam 17.45, atau di Setiabudi jam 18.45. Ternyata, saya baru keluar kantor jam 18.03, jadinya kita pun memilih di Setiabudi. Sampai sana, oh ternyata penuh. Oke, perjalanan pun diubah dnegan memilih Pejaten Village jam 20.30, biar pulangnya nggak terlalu jauh. Sampai sana jam 20.00, ternyata tiket pun dusah habis. Hmm, hari pertama pemutaran film ini ternyata cukup menarik animo penduduk Jakarta. Padahal di waktu bersamaan, teman saya ngesms, katanya di PVJ angels and demons kosong abis, oh nooooo, hahahaha, saya jadi pengen tinggal di Bandung lagi deh
Kemudian saya ingat-ingat lagi, teman saya pernah cerita kalau ketika dia mau nonton The Fast and The Furious, antriannya bisa panjang banget buat dapet yang entah jam berapa. Saya juga ingat, dulu pernah pindah-pindah bioskop sampai 3 kali cuma buat nonton Laskar Pelangi (padahal udah beberapa minggu sejak pemutaran perdana).
Kalau dibandingkan, waktu jaman kuliah di Bandung, kayanya animo buat menonton film ketika baru mulai diputar, nampaknya lebih rendah. Buktinya, kalau mau menonton film di bioskop, kayanya saya belum pernah sesusah ini deh. Ya mungkin sekali-dua kali lah, tapi itu juga tidak separah di Jakarta, yang mana seringkali setiap mau menonton film, (terutama film yang baru diputar) tiket sudah habis.
Dugaan saya terhadap fakta ini ada beberapa:
1. Orang di Jakarta cenderung lebih butuh hiburan, sehingga begitu ada film baru keluar, langsung diburu sedemikian rupa.
2. Ini juga menyiratkan kebutuhan orang Jakarta untuk selalu up to date lebih tinggi. Secara habit menurut saya, orang Bandung lebih bisa menciptakan trend ketimbang orang Jakarta yang lebih cenderung mengikuti trend.
3. Di lain pihak karena seringkali film yang masuk ke Bandung lebih telat dari di Jakarta, bisa jadi orang Bandung yang tadinya mau nonton, jadi batal gara2 sudah mendapat rekomendasi dari rekannya yang berada di Jakarta.
4. Kalau diperhatikan, bioskop selalu berada di tempat pusat keramaian seperti mall. Nah, di Jakarta sendiri, posisi mall sebagai tempat berkumpul sangatlah vital. Sebagai tempat bersosialisasi, posisi mall di Jakarta memang belum tergantikan. Beda dengan di Bandung, di mana menurut saya, orang-orangnya lebih senang buat berkumpul di tempat-tempat nongkrong biasa, entah di rumah seseorang, atau di warung siapa. Ini berakibat, animo buat ke bioskop juga sedikit lebih rendah di Bandung dibandingkan di Jakarta.
Hauh, pemikiran yang sangat subjektif. Saya terlalu menggeneralisir nampaknya. Jadi kalau saya bilang “orang Jakarta”, berarti saya merefer ke “kebanyakan orang Jakarta”, hehehe…
Maaf kalau postingan ini bisa menyinggung, tapi ini hanya pemikiran saya. Just my 2 cents
Ada yang punya pendapat lain? Silakan berbagi
Cheers