13
Feb
08

Teknologi untuk Indonesia

Entah apa yang lagi merasuki saya, tiba-tiba beberapa waktu yang lalu saya punya pikiran seperti ini, “Kira-kira teknologi apa ya yang cocok buat dikuasai oleh Indonesia, jadi Indonesia bisa punya satu teknologi yang sangat dikuasai dalam rangka menyejahterakan masyarakatnya?”. Bukan tanpa sebab apa-apa lho kalau tiba-tiba saya berpikir seperti ini. Coba bayangkan setiap negara maju pasti punya teknologi – yang mesti tidak unik dikuasai oleh satu negara – yang amat dikuasainya hingga negara itu menjadi semacam rujukan teknologi bagi negara lain. Ya mungkin seperti Inggris dengan angkatan laut-nya, Jerman dengan angkatan darat-nyapada era Perang Dunia. Sudah kebayang kan?

Nah, tiba-tiba lagi saya langsung kepikiran Open Source. Kenapa? Mungkin ini berdasarkan pengalaman saya melihat keadaan sekitar. Dari hari ke hari, semua pekerjaan makin software-based. Mulai dari tugas kuliah yang berhubungan dengan rangkaian listrik, perancangan chip, simulasi berbagai macam hal sampai hobi saya membuat musik, semua bisa dilakukan di depan komputer dengan menggunakan software tertentu.  Teman-teman dari jurusan lain juga pasti bisa membayangkan betapa vitalnya kedudukan software bagi perkuliahan mereka. Hal lain yang juga menarik perhatian saya ialah hobi orang indonesia mengutak-atik apa yang sudah ada, bukan membuat sesuatu yang baru dari awal. Sebegitu populernya handphone di negara ini, ada yang pernah melihat ponsel murni buatan Indonesia? Pasti belum. Tapi ada yang pernah melihat ponsel rekannya diutak-atik sedemikian rupa? Pasti pernah, banyak lagi. Yang terakhir, saya lihat di Indonesia, belakangan ini ketertarikan terhadap IT cukup tinggi. Bukan pemandangan yang aneh apabila sesorang duduk di depan komputer atau laptopnya, menggunakan software segala macam, dan kemudian menjadi fasih berbicara mengenai OS terbaru, virus yang baru saja menyerangnya, kecepatan koneksi internet, atau bahakn sekedar mengadu hebat spesifikasi komputer dengan rekannya. Sadar atau tidak, IT sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sekarang. Fenomena ini pun sudah menjadi fenomena yang mengglobal, sehingga bisa dibayangkan negara yang memiliki sebuah keunggulan di bidang IT, pasti akan mampu bersaing dengan negara lain. Dan yang paling penting, masyarakat kita suka yang murah-murah, apalagi yang gratis. Ini mungkin tak butuh penjelasan lagi yah, silakan berkaca, hehe…

Ubuntu      fedora core 8

Keempat hal tadi membuat saya berpikir, apa mungkin jawaban atas pertanyaan saya tadi Open Source ya? Ia murah (bahkan gratis), mampu diutak-atik, dan kernelnya sudah tersedia,  dan ia cukup kuat untuk bisa membantu pekerjaan di setiap bidang. Jangan lupakan juga, belakangan ini software-software juga sudah lebih dapat diakses ornag awam, tampilannya makin user friendly dan kemampuannya juga makin handal. Selain itu, teknologi ini juga bisa dikatakan masih memiliki masa depan panjang dengan perkembangan yang pesat belakangan ini. Sayaingat ketika saya SMP atau SMA, teman-teman saya nggak ada yang melek Linux, boro-boro make, lihat bentuknya aja mungkin belum pernah. Referensi lokal mengenai Linux juga bisa dikatakan jarang, atau malah tidak ada. Tapi sekarang, wuih…kondisinya justru berubah. Kalau majalah sebesar Chip saja punya bagian khusus mengenai Linux dan FOSS di setiap penerbitannya, berarti Linux ini makin naik derajat bukan? Sekarang bayangkan kalau Indonesia mampu menguasai Open Source ini. Wah, pasti kita mampu bersaing dengan negara-negara lain yah. Dan saya lihat kemungkinan ke arah ini masih ada. Pemerintah sudah mengusahakan IGOS sebagai saran untuk memudahkan masyarakat mengakses teknologi Open Source. Selain itu, negara ini juga kaya akan programmer-programmer berbakat yang bisa diandalkan untuk mengembangkan teknologi ini. Kalau sekolah tinggi, institusi, maupun universitas yang memasang embel-embel “Teknologi Informasi” menjamur, berarti mustinya banyak kan orang yang mampu coding, hehe… Kalau dari segi konsumen, saya rasa awareness pasar terhadap Linux sudah ada, hanya mungkin yang belum ialaha pengalaman menggunakan Linux. Tidak apa, andai saja diadakan operasi pasar, membantu para konsumen yang ingin mencicipi Linux, saya rasa dukungan dari pasar juga bisa didapat.

Tulisan ini mungkin terasa agak ambisius, spekulatif dan segala macam. Tapi ya mungkin hanya pemikiran ini yang bsia saya sumbangkan untuk negara yang saya cintai ini. Pembuktian lebih lanjut mungkin diperlukan, dan saya sangat penasaran untuk membuktikan kebenaran tulisan ini 5-10 tahun ke depan. Sementara itu, biarkan saya bermain dengan Ubuntu saya🙂

Cheers.


1 Response to “Teknologi untuk Indonesia”


  1. 1 mydin
    February 13, 2008 at 9:45 am

    Saya berfikir hal yg sama dan sekilas saya lihat banyak sudah yg mulai bergerak, ada suatu kelemahan terutama saya sendiri sudah melupakan ilmu dasar seperti matematika, OS dll, hal ini penting untuk yg anda maksud. Saya juga sudah berkelana ke berbagai source software dan memang perlu mempertajam ilmu dasar tadi jika ingin berkarya.
    Mampir2 ke blog saya http://mydin.wordpress.com/komputer/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

ketinggalan sesuatu?

Blog Stats

  • 24,615 mari berhitung!

twitter.com/kotakmakan


%d bloggers like this: