02
May
08

Dijual: Tuhan

Huh, saya kesal sekali dengan acara TV atau film-film di bioskop sekarang. Sebenernya feeling saya udah ngga enak abis film Ayat-Ayat Cinta booming. Saya menduga, pasti sebentar lagi bakal banyak film-film yang menjual percintaan dibungkus pemeran yang gemar menyebut nama Allah. Bener ajah. Tadi malem saya nonton TV dan di situ ada iklan sinetron berjudul Munajah Cinta. Kalo diiat trailernya mah ya gitu..orang alim pacaran, wae lah.. Uda gitu pemeran cewenya Rianty pula,hahaha..ini latah atau apa?

Oke, terlepas dari siapa pemerannya, yang jelas saya tidak setuju kalau Tuhan dijual dengan cara seperti ini. Kalau dulu sinetron yang menjual Allah sebagai Sang Maha Menghukum dan Pak Ustadz sebagai si pembasmi hantu sempat rame di TV. Sekarang gantian modusnya, menjual Tuhan lewat bungkus orang pake peci dan berjilbab pacaran. Oh tidak. Saya masih ngga ngerti, bagaimana sih proses pengambilan keputusannya sampai orang tega melakukan hal seperti ini. Padahal yah, kalau ingin menampilkan film rohani, ya ada banyak sekali isu sosial yang bisa diangkat tanpa perlu menampilkan urusan percintaan atau hantu. Mengapa tidak membuat film rohani seperti John Q atau Blood Diamond misalnya. Film-film yang isu sosialnya kental sekali, sehingga di situ Tuhan bisa ditampilkan secara gamblang dan implisit, tanpa perlu mengobral kata “Masya Allah” atau “Astaghfirullah”.

Soalnya, kalau ngga pake Cinta, filmnya nggak laku Dit.

Lihat? Tuh, Tuhan lagi dijual. Kalau mau bikin film rohani mah ngga usah perduliin film ini laku apa ngga, selama temanya memang bagus, penikmat film pasti akan nonton kok. Selama filmnya masih diproduseri ama India-india gila duit yang cuma bisa menjual sinetron murahan yang mengeksploitasi ABG dan berharap ditonton ibu-ibu kantoran, ya jangan harap akan dijumpai film rohani yang berbobot. Percayalah. It’s all about the money, not the morale of the story. Makanya saya heran ama orang yang tersentuh abis nonton Ayat-ayat Cinta. Jelas itu film dibikin buat nyari duit dan bukan buat bikin orang inget Tuhan. Gila.

Selanjutnya tinggal kita tunggu bulan Ramadhan tiba. Di mana artis-artis pada latah pake jilbab dan mereka yang ngeband tiba-tiba pada sibuk bikin album rohani. Jual Tuhan aja terus. Dasar pelaku industri materialistis!

Di Qur’an disebutkan (saya lupa surat apa dan ayat apa) kalau suatu saat akan dijumpai orang-orang yang menjual agama. Mungkinkah ini saatnya? Masya Allah. Na’uudzubilaahi min dzaalika.


1 Response to “Dijual: Tuhan”


  1. July 28, 2008 at 10:46 pm

    wow.. bener2..
    setiap bulan Ramadhan, ya temanya berubah, mengikuti demand pasar… hoho..🙂

    PS: gw add ke blogroll


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


May 2008
M T W T F S S
« Apr   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

ketinggalan sesuatu?

Blog Stats

  • 24,615 mari berhitung!

twitter.com/kotakmakan


%d bloggers like this: