13
May
09

finding fixed income sucks, but the fixed income itself is good!

Hoke, mari kita rayakan. Sudah 3 bulan ini saya bekerja sebagai konsultan OSS di sebuah perusahaan IT di Jakarta. Saya tidak akan berbicara tentang bagaimana detail pekerjaan saya. Yang saya ingin ceritakan ialah bagaimana susahnya hidup di Indonesia.

Di negara ini, sebenarnya pilihan karir masa depan para pemuda usia bekerja seperti saya memang tidak terlalu banyak. Antara ingin membuka usaha sendiri atau bekerja di perusahaan milik orang lain. Yang jelas, pada akhirnya kita akan menjadi pencari nafkah bagi keluarga, dan mau tidak mau hal tersebut harus dimulai dari sekarang. Masalahnya, pilihan jalur nyeleneh seperti menjadi musisi, pemain sepak bola, atau sutradara sebenarnya juga tidak bisa dibilang aman untuk jangka panjang. Karena negara ini memang tidak pernah menghargai profesi informal semacam itu. Atas pertimbangan-pertimbangan tersebut maka saya pun memutuskan untuk bekerja di perusahaan orang sebagai jalan teraman dalam mencari pendapatan.Mengapa? Karena pada dasarnya kita cukup datang ke kantor, mengerjakan pekerjaan dan kemudian digaji. Simpel. Terlebih karena perusaahaan tempat saya bekerja bisa dibilang cukup mapan, sehingga apa yang akan dilakukan sebenarnya sudah punya roadmap yang jelas. Tapi ternyata kenyataannya tidak demikian mudah.

Ternyata bekerja di Jakarta itu super berat. Ada saja yang membuat saya mengeluh ini itu. Dari mulai merenungi jadwal hidup yang super statis (berangkat naik busway jam 7, sampai kantor terjebak di cubicle, pulang naik busway jam 6, sampai rumah istirahat, besok diulang lagi), sampai ke memikirkan beberapa aspek teknis pekerjaan yang saya tidak suka, maklum masih idealis dan berpikiran sempit. Kondisi lalu liuntas Jakarta tidak dihitung ya, karena untuk soal itu saya pasrah, memang fitrahnya sudah amburadul.

Tapi setelah saya pikir-pikir, kenapa juga saya musti mengeluh. Dibilang membosankan ya pasti, tapi memang begitu namanya cari duit. Susah, berkeringat dan mengobrak-abrik emosi! Jadi dengan mulai membuka pikiran tentang aspek teknis pekerjaan, berangkat ke kantor dengan santai, saya pun perlahan menikmati pekerjaan. Dan ketika saya mengecek saldo tabungan dari gaji yang jumlahnya ternyata cukup untuk membeli barang yang saya inginkan, saya pun bisa berujar “it’s good. fixed income is good!”


0 Responses to “finding fixed income sucks, but the fixed income itself is good!”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


May 2009
M T W T F S S
« Nov   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

ketinggalan sesuatu?

Blog Stats

  • 24,615 mari berhitung!

twitter.com/kotakmakan


%d bloggers like this: