19
Dec
09

Review Album: Tika and The Dissidents – The Headless Songstress

Review Album: Tika and The Dissidents – The Headless Songstress

Mari saya mulai review ini dengan membandingkan Tika and The Dissidents dengan Lamb of God. Bulan Maret lalu, Lamb of God, salah satu band metal yang saya sukai datang ke Jakarta dan tentunya mengadakan konser di sini. Hasilnya, saya kecewa karena mereka bermain tanpa perasaan. Beberapa minggu kemudian saya membeli CD album terakhir mereka, Wrath. Hasilnya, saya kecewa dua kali.

Beberapa bulan yang lalu saya berkesempatan menyaksikan Tika and The Dissidents dalam format akustik di sebuah daerah di Senayan. Hasilnya, saya tercengang, bagus banget! Dan akhirnya saya pun membeli album terbaru mereka, The Headless Songstress, dan bisa ditebak saya tercengang kembali.

The Headless Songstress adalah sebuah album yang dibuat dengan hati. Setiap lagunya dikomposisi secara hati-hati, perlahan-lahan, setiap detail diperhatikan betul, setiap sound yang muncul ditempatkan di tempat yang pas. Saya selalu kagum dengan album yang menampilkan instrumentasi yang tidak standar (baca: gitar, bass drum), namun ada kalanya instrumentasi tersebut ditempatkan hanya untuk menambah nilai jual. Berbeda di sini, setiap nada yang muncul entah itu dari harmonika, akordion, horn section atau lainnya memang diberikan peran signifikan masing-masing. Bahkan paduan suara pun dijadikan instrumen tersendiri.

Tapi itu belum menu utamanya. Sebagai seorang vokalis, Tika dianugrahi vokal yang super bagus. Kelebihan lainnya: ia tau cara menggunakan vokalnya. Setiap kata yang keluar dari mulutnya dienkapsulasi dengan teknik bernyanyi yang pas, sehingga emosi yang ingin dilontarkan pun bisa keluar dengan tepat. Entah itu ketika ia ingin protes, atau ketika vokalnya dibuat santai seolah sedang berbicara satu-satu secara intim dengan pendengarnya. Saya sangat menikmati lirik-lirik di album ini. Kata-katanya sedikit gelap, personal dan terkadang menyinggung topik sosial politik (dengan sedikit menyerempet kiri).

Vokal Tika yang luar biasa itu pun diberikan kendaraan lain agar bisa sampai dengan selamat ke telinga pendengar, perkenalkan bandnya, The Dissidents dan beberapa bintang tamu yang muncul. Serius, di album ini, sangat terasa kekuatan dari yang dinamakan minimalisme. Pernah melihat signifikannya titik di sebuah kertas polos? Bandingkan dengan melihat titik yang sama di sebuah kertas yang penuh garis. Terasa bedanya? Ya itu juga yang saya rasakan ketika mendengar album ini. Bagaimana bunyi piano yang pelan dan hanya beberapa nada bisa menimbulkan efek merinding tersendiri. Simak bagaimana beat yang ngegroove dimainkan di awal album untuk meningkatkan ketertarikan pendengar dan bagaimana bunyi gitar berdistorsi yang diperkenalkan di ujung akhir album untuk membuat flow album naik dan tidak membosankan. Gitar berdistorsi dan groove mungkin menjadi elemen yang sering ditemui di kebanyakan album, namun di album ini bahkan elemen dasar seperti itu pun ditahan agar kemunculannya memberikan dampak tersendiri. Aroma jazz era 50’an pun menyeruak di permainan instrumen di album ini.

Menariknya, semua elemen tadi berhasil diproduksi dengan baik. Sound setiap pemain di dalamnya keluar dengan maksimal dan cenderung sopan. Bahkan untuk hal yang se-subtle pad synthesizer. Sangat rapi. Ketika gitar distorsi menyeruak juga tidak lantas jadi berisik. Slide gitar di lagu terakhir juga berhasil keluar tanpa perlu mengalihkan perhatian pendengar dari vokal Tika.

Akhir kata, ini adalah album yang sempurna. Perlu saya kemukakan, meskipun ada beberapa lagu di sini yang berbahasa inggris, entah mengapa saya merasa album ini Indonesia sekali. Dan oh iya, packagingnya juga sangat menarik. Album sleevenya berisi gambar-gambar yang cukup jadul dan diberi bungkus dari kain. Semua ini membuat saya ingin datang ke acara live music top 40 yang marak di TV swasta sambil membawa megaphone dan berteriak ke band yang sedang tampil “ngapain sih lo?”.


12 Responses to “Review Album: Tika and The Dissidents – The Headless Songstress”


  1. December 20, 2009 at 12:31 am

    review-nya top, bro,,
    sama top-nya ma album yang di-review..๐Ÿ™‚

    udah dengerin ni album sejak sekitar 2 bulan yang lalu,,
    sejak baca komen orang2 di milis (m-claro ato i-rock ya..?), terutama mengenai top-nya vokal Tika..
    abis baca paragraf terakhir review ini, jadi pengen beli albumnya..๐Ÿ˜€

    btw, ni genrenya apa ya..?๐Ÿ˜€

    • 2 si didit
      December 20, 2009 at 8:40 am

      beuh si ari dengerin juga ya, emang oke yah, hehehe…
      hmm, kalo musti diklasifikasiin mungkin gw akan bilang ini jazz yah ri, tapi ya ga jazz murni banget, soalnya udah ada banyak elemen dicampurin juga, IMHO yah, hehe..

  2. December 22, 2009 at 12:58 am

    Terima kasih Didit atas review yang sangat bagus. Tika juga memuji bahasa dan tulisan Didit & Tika juga yg kasih link review ini ke saya,

    Thank you.

    • 4 si didit
      December 22, 2009 at 7:56 am

      wah terima kasih banyak atas pujiannya Mas Iman๐Ÿ™‚ Ditunggu juga hasil polesan selanjutnya, hehehe…kira-kira band berikutnya yang diproduserin apa nih Mas?๐Ÿ™‚

  3. December 22, 2009 at 1:20 pm

    hehe, belom tau didit mau produce siapa lagi.

    • 6 si didit
      December 23, 2009 at 8:30 am

      wahaha, begitu toh…okelah kalau begitu… kayanya ada lagu baru tuh di imanfattah.com, pertanda proyek solo atau zeke and the popo akan jalan?๐Ÿ™‚

  4. 7 dwi
    March 14, 2010 at 9:49 pm

    makasih reviewnya lumayan baca” nih mas… hehe
    salam kenal..
    emang asik kok dengernya… walaupun sya blum nyari albumnya, jdi msh dngerin via myspacenya tika aja..

    • 8 si didit
      March 22, 2010 at 10:36 am

      wah salam kenal juga mas dwi๐Ÿ™‚

      iya, albumnya memang juara, packagingnya juga menarik, saya rekomendasikan untuk dikoleksi, hehehe…

  5. March 28, 2010 at 3:11 pm

    udah Dhit.. cabut aja dari PSI, masuk ke Rolling Stone Indonesia :p

    Btw, kok ga ada review album lagi?

  6. August 18, 2011 at 12:29 pm

    hhhmmmmmm,pengen dengerin albumnya
    apalagi kalau mengenang hit top nya TIKKA.

  7. July 17, 2013 at 4:34 pm

    Hurrah! At last I got a blog from where I be able to really take useful information concerning my study and knowledge.

  8. September 20, 2013 at 12:38 am

    I wanted to thank you for this good read!! I absolutely enjoyed every little bit of it.
    I’ve got you book marked to check out new stuff you postโ€ฆ


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


December 2009
M T W T F S S
« Nov   Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

ketinggalan sesuatu?

Blog Stats

  • 24,615 mari berhitung!

twitter.com/kotakmakan


%d bloggers like this: