10
Apr
10

gig review: Rolling Stone Release Party, 10 April 2010

Rolling Stone Release Party, sebuah acara rutin yang digelar oleh majalah Rolling Stone Indonesia (RSI). Ini pertama kali saya datang ke acara ini. Komunal dan Seringai, 2 band favorit saya akan tampil malam ini, menjadi magnet yang cukup kuat bagi saya untuk pulang cepat tepat waktu dan bergegas menuju venue di Ampera Raya 16, kantor Rolling Stone Indonesia. Selain mereka berdua, masih ada The Authentics, band ska yang cukup sering manggung belakangan ini (dan saya juga cukup penasaran ingin melihat aksi mereka) serta Project The Fly (saya nggak peduli ini siapa).

Saya tiba pukul 8 lebih sedikit, acara belum dimulai, saya langsung membeli tiket, dan oh, ada bonus rupanya, 50 merchandise Ouval Research bagi 50 pengunjung pertama, yang mana saya rupanya adalah pengungjung ke-50. Jadi, mohon maaf bagi yang mengantri di belakang saya. Sempat melihat Ricky Siahaan, gitaris Seringai yang juga penulis di RSI, agak terbersit di otak saya ingin menyapanya dan berkata “Mas, saya mau dong nulis buat Rolling stone, tapi gimana caranya ya?” dan entah mengapa pertanyaan itu tidak jadi saya lontarkan.

The Authentics

The Authentics

Skip skip skip, sekitar pukul 9, acara dimulai. Soleh Solihun sang MC, memperkenalkan band pertama malam ini, The Authentics. Seru juga melihat aksi band ska seperti ini. Meskipun sang vokalis sedikit mengalami sedikit masalah dengan panjang kabel mic yang pendek yang akhirnya menghambat aksi panggungnya, tapi kemampuan komunikasinya patut diacungi jempol. Berbagai lagu mereka dimainkan dengan baik. Brass section yang memainkan peranan melodi penting dengan line bass yang berjalan diimbangi dengan kocokan gitar (plus aksi panggung yang asyik) dan ketukan drum yang menjaga tempo. Sip. Vokalnya pun pas. Tanpa sadar kaki saya mulai mengetuk-ngetuk kecil, pelan-pelan mulai masuk juga ke lagu mereka. Tak heran kalau mereka mulai menanjak. Sayang, vokalis tamu wanita, yang ikut bernyayi di 1 lagu, sangat tidak masuk ke musik mereka. Lagu ska, tapi joget si cewek ini dugem. Vokalnya pun biasa saja, cukup mengganggu. Untungnya, peristiwa itu tidak mengganggu laju The Authentics yang berhasil menutup set dengan lagu yang sangat upbeat plus kesuksesan si vokalis mengatasi kendala kabel mic yang pendek. Saya perlu menonton mereka lagi. [7]

Komunal

Komunal

Selanjutnya, band kedua dan band yang paling saya tunggu, Komunal, naik ke panggung. Saya sudah lama tidak melihat pasukan stoner metal ini, dan ketika melihat bassis yang berbeda, saya jadi bertanya “ada apa dengan bassis yang lama?” (pertanyaan ini masih belum terjawab sampai sekarang, jadi ada yang bisa menjawab kah?”). Anyway, Komunal tampil ciamik malam itu. Menjawab dengan tepat semua ekspektasi saya. Sound keseluruhan yang rapih, dan attitude “cengos” seluruh personil membuat saya merasa santai, gembira dan puas ketika menonton mereka. Kalau boleh bilang, mereka sudah sejajar dengan band stoner manapun di dunia ini, jadi saya pun tidak percaya ketika Doddy Hamson, si vokalis berujar “Kami Komunal, kami belum terkenal, mungkin sedikit lagi kami akan terkenal”. Bullshit. Mereka adalah band terbaik di negara ini. Berapa banyak sih vokalis metal di negara ini yang bisa nge-growl sambil vibra dan tetap di pitchnya? Saat Sadat memainkan solo terakhir di lagu penutup, saya cuma bisa bilang “I’m in heaven”. Ini bukan solo super cepat dan teknikal. Bukan. Ini solo pelan, dengan nada yang tidak banyak, yang dimainkan oleh seorang gitaris yang sudah menyatu dengan gitarnya, hingga semua nada keluar dengan sempurna dan penuh perasaan. Rasakan. Komunal sama dengan sempurna. [9]

Project The Fly

Project The Fly

Band ketiga, Project The Fly, rupanya adalah The Fly (masih ingat band yang sempat melejit di awal tahun 2000 ini?) versi dibangun kembali. Anggota intinya tetap sama, dengan vokalis berbeda. Kalau menyebut nama The Fly, mungkin ada yang ingat dengan skandal ex-vokalisnya, B’jah, yang sempat beredar di media. Skandal ini nampaknya cukup memberikan pukulan keras bagi The Fly itu sendiri. B’jah, dosamu nampaknya tak termaafkan. Bukti konkritnya ada di penampilan Project The Fly tadi malam yang bisa disimpulkan dari pernyataan Kin si gitaris di jeda lagu mereka. Ia berkata “Lagunya agak aneh ya?”. Hmm, sebuah pernyataan tidak percaya diri, yang cukup mengagetkan, karena keluar dari sebuah band yang (sempat) besar. Kalau kemudian saya menjawab pertanyaan Kin dengan “lebih ke agak jelek sih” ke seorang teman, berarti mustinya kualitas dari Project The Fly itu bisa ditebak. Kalau The Fly terpengaruh berat dengan U2, maka Project The Fly sangat terpengaruh (sebagaimana juga ratusan band-band yang baru mulai, band anak kuliahan atau sma) oleh Muse. Geli rasanya melihat bagaimana sebuah band yang mustinya sudah punya ciri tersendiri, malah balik ke titik awal dan menjadi peniru. Satu-satunya titik positif dari band ini adalah ketika Kin meneruskan pertanyaan tadi dengan pernyataan “masa industri sekarang lagunya gitu-gitu aja”. Oke, mereka punya semangat dan ingin berbeda. Cukup. [4]

Seringai

Seringai

Tiba saatnya di band terakhir malam tadi, Seringai. Tidak perlu banyak perkenalan, semua sudah tahu siapa band ini. Band rock nomor wahid se-Indonesia. Seringai tampil sempurna, soundnya lebih garang dibanding band lain di acara ini, dan semua lagu-lagunya mereka mainkan dengan sempurna. Sound gitar Ricky yang hyper garang, dilengkapi dengan signature sound bass low Sammy serta gebukan kencang Khemod menjadi kendaraan tepat bagi Arian13 untuk berorasi dan berjingkrak. Kalau Komunal = cengos, maka Seringai = gagah. Poin plus, mereka tampil santai, sehingga terlihat bagaimana keempat anggotanya menikmati setiap saat di panggung. Mereka bahkan menambah setlist dengan memainkan 2 lagu cover, yakni “Hollywood Babylon”-nya Misfits dan “Diskotik”-nya Duo Kribo. Semua lagu, mereka mainkan sempurna. Sayangnya, entah mengapa, jeda antar lagu mereka terlalu panjang. Meskipun Arian 13 bisa mengisi jeda tersebut dengan celotehan jenaka, dan sedikit aksi menggunakan properti (kok jadi kaya Opera Van Java), tetap saja flow keseluruhan sedikit terganggu. Makin mengganggu ketika “Bermain Tuhan”, lagu terakhir yang mereka bawakan, mengalami penurunan volume sound, mungkin karena sudah larut malam dan tetangga komplain. Tapi tak ada komplain dari saya, Seringai tetap membuktikan kelasnya [8].

Overall, acara yang menyenangkan. Mungkin suatu saat saya perlu datang lagi ke acara serupa.

Note: saya pulang begitu Seringai kelar, jadi ada yang bisa bercerita, akhirnya Misfits jadi datang nggak ke acara ini?


8 Responses to “gig review: Rolling Stone Release Party, 10 April 2010”


  1. 1 dwi
    April 12, 2010 at 2:51 pm

    oh yeah… bang soleh oh bang soleh, fotonya gak ada?
    hehehe…
    salam kenal juga

  2. 2 si didit
    April 12, 2010 at 6:09 pm

    fotonya segitu aja, cuma pake hape juga, tapi si solehnya nggak kefoto, hehehehe…

    salam kenal juga bro!😀

  3. April 14, 2010 at 1:30 am

    Sebagai pembaca setia blog ini, lagi-lagi saya suka tulisan Anda, nanti kalo ketemu Ricky lagi, beneran harus ditanya Dit, siapa tahu jodoh masuk RS, hahaha.. 4 jempol!

    • 5 si didit
      April 14, 2010 at 6:25 am

      ihihihi, kan udah mau cabut ke negeri kangguru cha, apa jadi kontributor aja gitu ya? hihihi… hatur nuhun cha buat pujiannya, seneng gw🙂

  4. April 26, 2010 at 11:24 pm

    salam kenal brotha, iseng nyari info ttg release party edisi mei, eh kesasar kesini. ulasan menarik bung, semoga suatu hari nanti kita jadi nabi pencerdas musik indonesia, melalui RS tentunya.:D

    malam itu saya juga hadir. saya pun memberi sedikit ulasan yang sangat personal sebenarnya, tapi semoga objektif. silahkan kunjungi link berikut
    http://hore-punya-blog.blogspot.com/2010/04/rolling-stone-release-party.html

    mari bersulang bagi kedigjayaan ekspresi dan apresiasi seni!!!

  5. September 30, 2010 at 5:48 pm

    Seringai rules…..

    heheheh..this stone is really rocks:)

  6. August 18, 2011 at 12:24 pm

    acaranya keren dan bagus.?

    thanks iya infonya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


April 2010
M T W T F S S
« Dec   Oct »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

ketinggalan sesuatu?

Blog Stats

  • 24,615 mari berhitung!

twitter.com/kotakmakan


%d bloggers like this: