Posts Tagged ‘film

12
Dec
09

Review Film: Zombieland (2009)

Zombie, ya, zombie. Sebuah objek (atau subjek?) yang seringkali diangkat ke layar kaca sebagai inti dari film horor. Belakangan ini, film zombie juga menjadi trend tersendiri, silakan ingat kembali, berapa banyak film zombie yang masuk bioskop (atau nggak masuk sehingga ujug-ujug sudah ada aja dvd-nya di ITC Kuningan) dalam 5 tahun terakhir ini. Beberapa film mengangkat zombie sebagai sebuah topik inti dari dari film horor, bagaimana seorang jagoan bertahan di tengah-tengah serangan ribuan makhluk mengerikan. Beberapa justru mengangkat tema bertahan hidup tadi dengan caranya sendiri, dari yang satir seperti Dance of The Dead (2009), Shaun of the Dead (2004) hingga yang super nyeleneh: menjadikan zombie hewan peliharaan di film Fido (2006).

Jadi, tidak heran kalau di tahun ini, muncullah film seperti Zombieland. Film yang sebelum dirilis juga cukup menghasilkan hype yang sangat besar, hingga ketika dirilis film ini pun bisa menduduki peringkat box office tertinggi untuk film zombie, mengalahkan remake Dawn of the Dead (2005). Kalau begitu, sebagai seorang pecinta film zombie, wajar dong kalau film ini menjadi film yang sangat saya tunggu. Maka, hari ini, di tengah hari istirahat saya pun menyempatkan diri menonton film ini di sebuah bioskop di kawasan Sudirman.

Continue reading ‘Review Film: Zombieland (2009)’

08
Oct
09

Review Film Singkat: The Ugly Truth (2009)

Tumben-tumbenan nih saya nonton romantic comedy. Biasanya saya alergi banget nonton film genre ini. Selain karena plot yang standar, beberapa pakem-pakem romantic comedy menurut saya sangat basi dan membuat alur film menjadi mudah ditebak. Tapi, kalau boleh jujur, The Ugly Truth adalah film yang tunggu sejak saya melihat trailernya. Magnet dari Katherine Heigl dan Gerard Butler cukup untuk menarik saya ke bioskop. Sejak melihat Katherine Heigl di film Knocked Up, saya sudah tertarik untuk mengikuti kiprahnya di dunia Hollywood. Sementara itu, Gerard Butler adalah salah satu aktor yang menurut saya cukup punya attitude unik. Jadi ketika keduanya bermain di satu film, saya merasa akan ada chemistry di antara keduanya. Belum lagi premis bahwa film ini membeberkan semua yang ada di pikiran laki-laki. “Oke, saya terpukau, saya akan menunggu film ini”, begitu yang ada di pikiran saya sebelum film ini dirilis.

Kenyataannya, begitu film ini dimulai hingga sampai 2/3 film, saya dibuat terhibur. Banyak sekali adegan-adegan kocak ditampilkan. Sangat mengocok perut. Sedikit lelucon jorok membuat film ini nampak memang ditujukan untuk merangkul segmen penonton pria dewasa. Belum lagi ketika tokoh yang diperankan Gerard Butler memberitahukan sebenarnya apa sih yang ada di pikiran cowo. Yes, you got me there. You are 100% right. I’m impressed.

Sayangnya, memasuki akhir-akhir film, nampak cerita mulai kendor. Beberapa klise-klise a la romantic comedy mulai dikeluarkan. Sayang sekali. Endingnya sangat tidak klimaks, jalan ke ending itu pun dibuat kurang seru, karena sangat mengikuti “aturan baku romantic comedy”. Pun ketika sutradara nampak ingin memutar balikkan posisi Gerard – Katherine. Gerard yang tadinya diposisikan sebagai si pria berkuasa, dibuat tunduk dan mengakui the ugly truth itu sendiri. Sayang sekali, proses pemutar balikan itu menurut saya berlangsung terlalu cepat, dan sejujurnya saya sedikit kurang tersentuh. Sayang sekali, padahal sebenarnya pemutarbalikkan ini bisa menghasilkan efek yang lebih dahsyat andai endingnya tidak sedemikian standar.

But anyway, menurut saya ini adalah film yang cukup menghibur. Untuk para pria, film ini layak sekali ditonton dengan pacar kalau Anda malu untuk mengungkapkan ke pacar apa sih yang sebenarnya ada di otak anda.

saya beri nilai 6/10.

17
May
09

menikmati akhir pekan di jakarta

Hore, setelah sekian lama akhirnya bisa juga saya berakhir pekan di Jakarta. Sejenak beristirahat, benar-benar istirahat dari aktivitas di kantor. Bangun siang, dan kemudian menyampah di dunia maya. Senangnya. Biasanya ada saja hal yang membuat saya wajib datang ke Bandung, terutama buat ngeband, hehehe. Berhubung kegiatan bermusik sedang kosong, jadi ya saya manfaatkan saja liburan ini untuk leyeh-leyeh di rumah.

Well, tidak sepepnuhnya di rumah juga sih. Kemarin juga saya sempat menonton Angels and Demons bersama Anggi, Baskara, Angga dan pacar saya. Filmnya cukup menarik, meskipun tidak se-mikir DaVinci Code (for better or for worse). Tapi at least film ini cukup ironis menurut saya, terlepas dari bagaimana versi novelnya yang saya sendiri juga belum pernah baca. Lucu melihat bagaimana Paus, pemimpin umat Katolik di dunia diselamatkan oleh seorang Atheis. Ini semacam ledekan halus atau apa? Sebagai sesama umat beragama sejujurnya saya cukup miris melihat penggambaran agama di film-film Hollywood kebanyakan. Sungguh sebuah komoditas jualan. Kemudian penggambaran Illuminati yang sedemikian positif. Wow, pasti ada apa-apanya nih. Kalau yang sudah pernah nonton The Arrivals pasti tahu apa yang saya maksud, kalau belum, cepat buka http://www.wakeupproject.com dan tonton seri The Arrivals, hehe.. Yang saya senang dari film itu cuma ketika Ewan McGregor tidak jadi Paus (ups, spoiler buat yang belum nonton, rasain! hahahaha). Soalnya tidak kebayang, dia yang dulu berperan jadi pemadat di Trainspotting masa sekarang menjadi Paus, wah bisa gila 😛

But anyway, jadinya dari kemaren sampai sekarang (potong waktu tidur ya) saya kembali di depan komputer, menghabiskan waktu. Melihat skor sepakbola. Melihat Inter, Barcelona dan Manchester United menjadi juara di masing-masing liga (selamat!). Membuka banyak video DJ di youtube, dan mencari artikel-artikel menarik di createdigitalmusic.com. Ya intinya, weekend yang cukup untuk memulihkan tenaga 🙂

Cheers everyone

02
May
08

Dijual: Tuhan

Huh, saya kesal sekali dengan acara TV atau film-film di bioskop sekarang. Sebenernya feeling saya udah ngga enak abis film Ayat-Ayat Cinta booming. Saya menduga, pasti sebentar lagi bakal banyak film-film yang menjual percintaan dibungkus pemeran yang gemar menyebut nama Allah. Bener ajah. Tadi malem saya nonton TV dan di situ ada iklan sinetron berjudul Munajah Cinta. Kalo diiat trailernya mah ya gitu..orang alim pacaran, wae lah.. Uda gitu pemeran cewenya Rianty pula,hahaha..ini latah atau apa?

Oke, terlepas dari siapa pemerannya, yang jelas saya tidak setuju kalau Tuhan dijual dengan cara seperti ini. Kalau dulu sinetron yang menjual Allah sebagai Sang Maha Menghukum dan Pak Ustadz sebagai si pembasmi hantu sempat rame di TV. Sekarang gantian modusnya, menjual Tuhan lewat bungkus orang pake peci dan berjilbab pacaran. Oh tidak. Saya masih ngga ngerti, bagaimana sih proses pengambilan keputusannya sampai orang tega melakukan hal seperti ini. Padahal yah, kalau ingin menampilkan film rohani, ya ada banyak sekali isu sosial yang bisa diangkat tanpa perlu menampilkan urusan percintaan atau hantu. Mengapa tidak membuat film rohani seperti John Q atau Blood Diamond misalnya. Film-film yang isu sosialnya kental sekali, sehingga di situ Tuhan bisa ditampilkan secara gamblang dan implisit, tanpa perlu mengobral kata “Masya Allah” atau “Astaghfirullah”.

Soalnya, kalau ngga pake Cinta, filmnya nggak laku Dit.

Lihat? Tuh, Tuhan lagi dijual. Kalau mau bikin film rohani mah ngga usah perduliin film ini laku apa ngga, selama temanya memang bagus, penikmat film pasti akan nonton kok. Selama filmnya masih diproduseri ama India-india gila duit yang cuma bisa menjual sinetron murahan yang mengeksploitasi ABG dan berharap ditonton ibu-ibu kantoran, ya jangan harap akan dijumpai film rohani yang berbobot. Percayalah. It’s all about the money, not the morale of the story. Makanya saya heran ama orang yang tersentuh abis nonton Ayat-ayat Cinta. Jelas itu film dibikin buat nyari duit dan bukan buat bikin orang inget Tuhan. Gila.

Selanjutnya tinggal kita tunggu bulan Ramadhan tiba. Di mana artis-artis pada latah pake jilbab dan mereka yang ngeband tiba-tiba pada sibuk bikin album rohani. Jual Tuhan aja terus. Dasar pelaku industri materialistis!

Di Qur’an disebutkan (saya lupa surat apa dan ayat apa) kalau suatu saat akan dijumpai orang-orang yang menjual agama. Mungkinkah ini saatnya? Masya Allah. Na’uudzubilaahi min dzaalika.




June 2017
M T W T F S S
« Oct    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

ketinggalan sesuatu?

Blog Stats

  • 24,881 mari berhitung!

twitter.com/kotakmakan