Posts Tagged ‘komputer

15
May
09

My Laptop Based Music Production/Performance Setup

Halo semua!
Setelah saya perhatikan, nampaknya cukup banyak yang mampir kesini dan mencari informasi seputar hardware ataupun software untuk bermusik. Jadi saya pikir, mungkin akan lebih informatif kalau saya turut berbagi setup saya, mungkin saja ada bisa dijadikan referensi untuk yang berminat. So here it is:

1. Laptop: Macbook Putih Intel Core 2 Duo 2.0 GHz RAM 1 GB, Mac OS X 10.4 Tiger
2. Audio Interface: M-Audio Firewire 410
3. Midi Controller: Novation Remote SL 25 Compact
4. Headphone Monitor: AKG K77
5. Software: Ableton Live 6, Reason 4, GarageBand, Pure Data, SuperCollider, berbagai macam VST gratis, software instrumen bonus dan sample CD
6. Synth: Alesis Micron
7. Gitar: Epiphone Les Paul
8. Efek: Line 6 FM4 dan DD4, Boss DD3, Ibanez TS 808 dan WD 7.

Peralatan-peralatan tadi dihubungkan sebagai berikut:
setup

Setup itu saya gunakan sebagai berikut. Audio Interface yang terhubung ke Laptop digunakan sebagai tempat interfacing masukan audio dari instrumen lain maupun keluaran audio ke headphone monitor. Device ini terhubung melalui port firewire ke Macbook. Di Macbook, dijalankan program Ableton Live 6 sebagai sequencer, host ReWire untuk Reason maupun efek dan instrumen VST, sekaligus juga digunakan untuk Performance tool (DJ ataupun Performance elektronik lainnya). Setiap parameter si Ableton kemudian bisa dikontrol dengan MIDI controller Novation. Jumlah knob, pad, maupun tuts yang memadai dari kontroler ini, sejauh ini saya rasa cukup untuk melakukan hal-hal yang diperlukan seperit mengendalikan parameter efek/instrumen, maupun untuk memainkan instrumen itu sendiri. Synth Alesis, software Pure Data dan SuperCollider digunakan untuk menambah keragaman bunyi dan biasanya dijadikan sebagai file audio di Live.

SO there it is, setup saya untuk sementara. Soalnya, saya juga sudah membidik beberapa instrumen lain, hehehe.. Tapi untuk sekarang, saya rasa dengan setup seperti ini sudah cukup. Sekarang mari berkarya. Semoga postingan ini cukup membantu 🙂

14
May
09

SuperCollider 3.3 Released!

Tadi pagi iseng-iseng buka situs SuperCollider . Dari situ baru tahu ternyata April kemaren, Versi 3.3 dari bahasa pemrograman oke ini sudah keluar. Yeah, jadi tak sabar ingin mendownload sepulang dari kantor. Nampaknya rilisan terbaru ini sudah mendkung Windows dengan lebih baik, sehingga niatan awal saya untuk memberikan beberapa tutorial membuat synthesizer dengan bahasa pemrograman ini bisa saya eksekusi. Tadinya saya menunda niat ini, karena takut teman-teman yang memakai Windows tidak bisa ikut menikmati, tapi berhubung sekarang sudah bisa, jadi ya mari kita nantikan tutorial ini.

Tapi apa sih SuperCollider? Kalau mengutip dari websitenya sih,

SuperCollider is an environment and programming language for real time audio synthesis and algorithmic composition. It provides an interpreted object-oriented language which functions as a network client to a state of the art, realtime sound synthesis server. SuperCollider was written by James McCartney over a period of many years, and is now an open source (GPL) project maintained and developed by various people. It is used by musiciansscientists, and artists working with sound.

Intinya dengan menggunakan bahasa ini, pemrograman sintesis gelombang suara bisa dilakukan dengan baik. Hasilnya juga menurut saya sangat baik. Tebal. Lebih tebal dari synthesizer Alesis Micron saya.

Jadi, tunggu apalagi? Ayo unduh dan mari kita pesta frekuensi audio 🙂

Baca juga:
Super Collider di wiki

30
Nov
08

Pentingnya Memperjelas Kebutuhan

Kalau ada satu hal yang saya pelajari dari mengerjakan Tugas Akhir saya, maka tak lain hal itu adalah pentingnya memperjelas apa yang dibutuhkan dari suatu sistem pada saat perancangan sistem tersebut. Dan percaya atau tidak, ternyata hal itu sangat membantu dalam kehidupan berkomputer saya sehari-hari.

Saya ambil contoh ketika saat ini space hardisk di PC dan Macbook saya mulai terasa sempit. Di PC, setiap saya ingin menginstalasi game baru, selalu saja ada yang harus saya hapus. Sementara Macbook saya terasa mulai sedikit melambat (tapi ini belum saya buktikan melalui pengukuran yang presisi, hanya perasaan saja). Kalau begitu berarti tidak ada jalan lain, operasi pembersihan hardisk harus segera dimulai. Namun pertanyaannya, apa yang harus dibersihkan?

Untuk itu saya membuat daftar, kegiatan apa saja yang biasa saya lakukan baik di PC maupun Macbook. Sehingga segala sesuatu yang berada di luar daftar itu bisa dihapus dengan aman. Dan inilah daftar itu:

– Ber-Internet (browsing, chatting, download melalui torrent)
– Memainkan file multimedia
– Programming (Java, C, C++)
– Membuat musik
– Game (Spore, FM 2009, PES 2009)
– Office
– Mengolah gambar

Dari situ kemudian saya memilah, mana saja yang bisa dilakukan di PC, mana yang bisa di Macbook, mana yang bisa di keduanya. Hei, kalau ada 2 tempat untuk bekerja, berarti mustinya tool yang dibutuhkan bisa disebar di 2 tempat dan tidak dibiarkan menumpuk di 1 tempat. Hasilnya, mengolah gambar, office dan game akan saya tetap fokuskan di PC, sementara untuk membuat musik saya fokuskan di Macbook saja. Ini karena selama pengalaman saya, membuat musik di Mac jauh lebih nyaman dibandingkan di PC Windows saya, dan memainkan game jauh lebih menyenangkan di PC. Office 2008 di Mac nampaknya bisa saya hilangkan untuk lebih menghemat ruang hardisk dan sebagai gantinya saya bisa menggunakan Neo Office yang lebih hemat ruang, mengingat pada akhirnya mungkin Macbook tidak akan digunakan untuk melakukan pembuatan dokumen yang rumit.

Beres semua, sekarang tinggal eksekusi. 🙂

Oh ya, ada 1 hal lagi yang bisa didapatkan dari memiliki list kebutuhan seperti ini. Ketika kita ingin menginstalasi OS baru, kita cukup melihat apakah OS yang diinginkan bisa memenuhi kebutuhan kita. Sebagai contoh, saya melihat kegiatan membuat dokumen, berinternet, programming serta membuat dan mendengarkan musik sebagai sebuah hal yang wajib bisa saya lakukan di sebuah OS. Maka dari itu ketika saya memutuskan untuk mencoba hidup dengan Ubuntu, saya tidak merasa kehilangan sesuatu, karena semua kebutuhan saya sudah ada di situ. Pun demikian ketika saya tiba-tiba penasaran ingin mencoba FreeBSD (yang hingga detik ini pun belum saya lakukan, baru sebatas ingin tahu) saya bisa menilai apakah sistem ini layak untuk dicoba atau tidak.

Akhir kata tentu saja, pemilihan sistem juga bergantung pada hardware apa yang akan digunakan. Namun, dengan memiliki spesifikasi kebutuhan yang jelas, kita akan lebih mudah memilih dan merancang sebuah sistem.

06
May
08

Software Musik Gratis

Di postingan sebelumnya, saya sudah membahas tentang beberapa tips untuk membuat musik di komputer. Nah, kali ini kita akan memfokuskan perhatian pada software musik gratis. Mengapa harus gratis? Apa iya freeware-freeware cukup kuat dan berkualitas sebagai tool membuat musik? Dengan senang hati, saya akan menjawab pertanyaan kedua dengan “iya”. Sementara pertanyaan pertama akan kita bahas di paragraf berikut.

Sebagai seseorang yang sudah cukup lama dan antusias memanfaatkan komputer sebagai sarana membuat musik, saya sudah merasakan berbagai macam software musik, mulai dari yang bajakan hingga yang gratis. Mengenai software bajakan, memang itu solusi termudah yang ada di sekitar kita. Anda yang tinggal di Bandung mungkin sudah pernah mengunjungi lapak-lapak di depan Mesjid Salman atau di BEC yang menjual berbagai software bajakan, termasuk software musik. Dengan harga yang cukup murah, kita sudah bisa mencoba software seperti Reason atau Ableton Live (my fav!), yang harga aslinya ketika dikurskan ke rupiah bisa mencapai jutaan rupiah. Faktanya, memang mudah mendapatkan software-software ini. Belum lagi melihat fakta bahwa inilah software-software yang dipakai para musisi dunia. Tapi, software ini bukan tanpa masalah, terutama masalah stabilitas. Seringkali ketika saya sedang mengulik software ini, tiba-tiba software crash, ataupun mendadak latency meningkat yang berakibat soundnya jadi jelek banget. Belum lagi masalah cacat GUI, wah…cukup menyiksa.

ArdourAudacity

Setelah saya membaca wawancara dengan ebberapa musisi luar, ada suatu hal yang saya tangkap di sana. Seringkali mereka menekankan pentingnya memakai software asli dan bukan cracked software. Alasannya mirip dengan masalah yang saya temui ketika memakai software bajakan, yakni stabilitas. Reason yang diakui stabil saja di komputer saya bermasalah.

Nah berkaca dari masalah di atas, saya pun mulai berpikir untuk memakai software asli. Tapi duit dari mana? Nah, untuk itulah, ada ribuan freeware yang siap dipakai, dengan kualitas asik. Untuk DAW (Digital Audio Workstation) ada Ardour atau Reaper yang kualitasnya bagus. Synthesizer? Ada synth1 atau Crystal. Audio editor? Ada Audacity. Wah, pokoknya akan butuh banyak postingan untuk memabahas yang terbaik di setiap kategori software. Saya sendiri sedang berusaha memilih mana yang terbaik di antara freeware-freeware ini. Sejauh ini, yang bisa saya sampaikan adalah mereka semua bagus! Yang jelas, software-software gratis ini sudah banyak tersedia dan tinggal kapan diunduh dan dimanfaatkan. Batasannya, hanya kreativitas Anda.

Freeware-freeware ini dapat didownload dari:

1. http://www.dontcrack.com
2. http://www.kvraudio.com

synth1 hydrogen

Sebagai penutup, mungkin perlu digarisbawahi kenapa saya memilih software-software gratis. Mungkin ada yang akan berargumen demi ke-halal-an musik karya kita, atau demi solidaritas sesama programmer. Tapi yang jelas saya memilih software-software ini demi stabilitas dan kenyamanan dalam membuat musik. Sebuah hal yang sangat vital bagi musisi dan pengguna komputer seperti saya. Selamat berkarya!

05
May
08

15 Tips for Computer Music Beginners

Wah, ada 15 tips menarik nih yang layak dipraktekkan buat kalian yang ingin memulai membuat musik dengan komputer. Tips ini saya ambil dari situs http://www.musicradar.com, sebuah situs baru yang berisi banyak sumber daya bagi kalian musisi-musisi di luar sana. So, make sure you visit them okay… Silakan dinikmati.

1. It should be a given, but we’ve got to remind you to read the manuals, particularly for your sequencer. They really are your passport to knowledge and experience. Try leaving them in the bathroom or taking them on the bus to work/school/college with you every day.

2. Don’t be tempted to buy everything now. If you get too much software in at once, you simply won’t have time to master it all and will end up missing things.

3. Keep your system as simple as possible. Even experienced producers like to reinstall everything from time to time, as there’s nothing more productive than a blank canvas, so don’t rush to acquire every free plug-in you come across. Check with forums and friends and stick to the really good ones.

4. Try your hand at a few different styles when you’re starting out, as this is the time when habits become cemented. Experimenting with non-conventional techniques for your main genre will stand you in good stead and help your productions to stand out.

5. Try to pick a good spot for your setup. You want somewhere comfortable but without too many distractions, and ideally as far away as possible from anybody who’ll complain about the noise.

6. Pick the right platform for you, not just the most familiar option (you’ll learn fast). These days PCs and Macs of equivalent spec are roughly the same price, so it might just come down to your choice of software (Sonar means PC, Logic means Mac). But remember, Macs can now run Windows natively too.

7. Learn a little about acoustic treatment before you finalise your space. Speakers in corners muddy the bass; speakers halfway between floor and ceiling set up standing waves; hard walls create nasty brightness; straight lines and square rooms are your enemies.

8. Get hold of some acoustic tiles. The best place to look is on eBay, as there are some fantastic bargains to be had. You don’t actually need to cover every surface, but if a hard wall is within sight of the front of your speakers it’s probably worth putting up something to minimise the reflections.

9. The most vital tool when mixing is a decent set of monitor speakers. You simply cannot expect to create a quality mix that’s free of surprises on other systems unless you have a high quality and accurate reference point to begin with. So don’t skimp. Save, save and save some more until you can get some proper monitors.

10. Ignore forums! No, seriously: for more general questions and debates, they’re a hive of ill-informed and subjective speculation masquerading as knowledge! For example, never rely solely on buying advice from a forum – you’ll get 30 answers, even if there are only ten products to choose from. But also…

11. Use forums! They’re great for helping you with your problems, because somebody somewhere will almost certainly have had the same issue you’re having. Got latency troubles with your soundcard? A plug-in won’t open any more? Google it and you’ll almost certainly find a helpful forum post somewhere.

12. Don’t blow all your money on gear until you know you have at least a passion for music production and, ideally, some aptitude. Not every great musician is a great producer and vice versa – they’re different skill sets. Begin with some free software – it’ll certainly be good enough to get you started.

13. If you’re a DJ or aspiring producer, consider going into a pro studio to finish your first couple of tracks. It’s best to wait until you’ve started a few on your own and know the basics, then go in with your idea to watch a pro at work and ask them questions.

14. If you want to make music your life, don’t waste time on intense recording courses. These are designed to teach production and engineering, while you should be concentrating on writing and playing. If you love the technical side, though, they can be a great way in.

15. Don’t try to run before you can walk. It’s easy to have grand ideas, but if you set your sights too high you’ll almost certainly fall short, and there’s nothing more demoralising than that. Begin with an open mind and no expectations – let things happen naturally.




March 2017
M T W T F S S
« Oct    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

ketinggalan sesuatu?

Blog Stats

  • 24,771 mari berhitung!

twitter.com/kotakmakan